KebencanaanKedukaanPeristiwaPeristiwa Daerah

Dua Pekerja Tewas dan Kerugian Capai Rp50 Miliar, Kebakaran Transhome Sleman Diduga Dari Pembakaran Sampah

SLEMAN — Kebakaran hebat melalap Supermarket Bahan Bangunan dan Elektronik Transhome di Jalan Grogol Sari, RT 02/RW 14, Mangunan, Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Kamis (1/10/2026). Musibah ini mengakibatkan dua orang pekerja meninggal dunia dan kerugian material ditaksir mencapai Rp50 miliar.

Dua korban tewas teridentifikasi sebagai Sulistyani (44), warga Marangan, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, dan Wiken Novalia Davin (20), warga Tawang Tanjungan, Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan. Selain dua korban jiwa, terdapat korban luka-luka yang kini telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dugaan sementara, amukan si jago merah dipicu oleh kelalaian aktivitas pembakaran sampah oleh petugas kebersihan (cleaning service) di area luar bagian belakang gudang sekitar pukul 13.00 WIB. Kondisi cuaca terik yang disertai angin kencang membuat api cepat membesar. Dalam waktu 15 menit, api menyambar tumpukan toren air berbahan plastik di area luar hingga menjalar ke area parkir motor karyawan.

Manajer Operasional Transhome, Claudius Devito Pristianta (33), bersama karyawan baru menyadari kemunculan titik api sekitar pukul 13.19 WIB. Para pekerja bergegas menyelamatkan barang dan evakuasi diri saat asap hitam pekat membumbung tinggi menyelimuti bangunan tiga lantai plus basement seluas 3.500 meter persegi per lantai tersebut.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) wilayah D.I. Yogyakarta tiba di lokasi sekitar pukul 13.25 WIB untuk memblokir perambatan api ke permukiman warga. Bantuan armada lintas daerah mulai mengalir sejak pukul 14.00 WIB.

Proses evakuasi korban dilakukan oleh Unit Siaga Basarnas Sleman. Anggota Basarnas Sleman, Dhedi Prasetyo, mengungkapkan kedua korban ditemukan di lantai 3 dalam posisi berdekatan di dekat tangga.

“Proses evakuasi berjalan kurang lebih untuk korban yang pertama yaitu sekitar 8 menit, untuk korban kedua 7 menit. Jadi total proses evakuasi sekitar 15 menit,” ujar Dhedi di lokasi kejadian, Kamis (1/10).

Saat ditemukan, kedua korban dalam kondisi henti napas dan henti nadi sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Sementara itu, Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengonfirmasi kebakaran menimpa seluruh struktur bangunan Transhome. Ia menjelaskan, medan yang sempit serta keberadaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di dalam toko bangunan menjadi kendala utama pemadaman.

“Untuk penyebab belum dapat kami simpulkan, nanti kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tambah Dhedi. Hingga pukul 19.00 WIB, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Pengerahan Armada dan Personel Gabungan

Skala kebakaran yang luas memicu pengerahan penanganan berskala besar. Puluhan armada pemadam kebakaran dan tangki suplay diterjunkan dari wilayah DIY hingga Jawa Tengah (termasuk Boyolali, Klaten, dan Magelang), dilengkapi unit Water Cannon dari Brimob Polda DIY dan Polresta Sleman.

Sebanyak 22 unit ambulans lintas instansi dan komunitas relawan dikerahkan ke lokasi. Pengamanan serta operasi pemadaman turut melibatkan ratusan personel gabungan dari Basarnas, BPBD, SAR, TNI Koramil 10 Berbah, Polsek Berbah, Polresta Sleman, hingga sukarelawan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan sterilasi di lokasi kejadian dan melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti peristiwa kebakaran tersebut.(*/mn

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: