KUTAI TIMUR – Komisi B DPRD Kutai Timur mendukung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar terus meredam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif. Sebab OPD terkait memiliki tanggung jawab membina dan membenahi berbagai aspek sebagai strategi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui UMKM dan ekonomi ktreatif. Demikian dilontarkan anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Muhammad Ali kepada media ini.
Dikemukakan pula OPD terkait tidak hanya berperan sebagai tempat pengajuan proposal, namun juga sebagai penggerak dan pendamping masyarakat dalam meningkatkan produktivitasnya. Oleh karena itu, ia terus memberikan dukungan kepada OPD terkait agar terus menjalankan program strategi dan inovatif sehingga bisa berkembang dengan lebih baik lagi.
Sebagai penggerak perekonomian masyarakat, maka OPD terkait harus menjadi sumber referensi dalam berbagai bidang keilmuan, terutama ilmu pengetahuan dan teknologi serta tidak melupakan sektor pertanian. Karena Indonesia adalah negara agraris. Pendampingan yang diberikan harus ditingkatkan melalui inovasi agar tidak monoton. Misalnya dengan konsep kafe atau mal, bahkan jika memungkinkan dengan konsep yang futuristik,” jelasnya.
Ali juga berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap UMKM dan koperasi di daerah ini. Meskipun UMKM di daerah memiliki prestasi yang menarik, namun dengan keterbatasan anggaran, pengembangan usaha seringkali tidak optimal.
“Dengan perkembangan digitalisasi, maka OPD dapat berperan sebagai sarana informasi seperti Google untuk memudahkan masyarakat mengakses jejaring dan mitra kerja dari tingkat pusat hingga desa,” ujar Ali.
“Harapannya, OPD di daerah dapat mengakses informasi dan data di pusat sehingga dapat berperan seperti mesin pencari Google dalam mitra mencari kerja, potensi, dan informasi lainnya di berbagai bidang yang dapat meningkatkan potensi UMKM di daerah,” imbuhnya. (Adv-DPRD/De)











