KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, Alfian Aswad, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Sangkulirang sebagai rencana pemekaran Kabupaten Kutai Timur. Menurutnya, rekomendasi DPRD Kabupaten Kutai Timur harus sejalan dengan pemerintah. Karena itu rekomendasi dewan tersebut memutuskan bersama pemerintah daerah dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kutai Timur.
“Pembentukan DOB harus melalui tahapan dan proses yang panjang, melibatkan banyak pihak dengan peran masing-masing, termasuk DPRD, kepala daerah, Pemerintah Provinsi Kaltim, Kemendagri, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan DPR RI. Perjuangan kita tidak hanya sampai di daerah, tapi juga mencapai pusat,” ungkapnya kepada awak media ini.
Pihaknya menginginkan percepatan pelaksanaan DOB, terutama di wilayah pesisir seperti Sangkulirang, Karangan, Kaubun, Sandaran, dan Kaliorang. Menurutnya, pembangunan di daerah pesisir dapat dipercepat karena aksesibilitas barang lebih mudah melalui moda transportasi udara.
Melalui DOB ini, lebih lanjut dia, peningkatan pembangunan sarana dan prasarana serta kebutuhan dasar masyarakat juga dapat terpenuhi dengan lebih cepat. Karena itu ia berharap agar pembentukan DOB tersebut mendapat dukungan yang lebih intens dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Saya berharap pemerintah pusat bisa segera mengakomodir pembentukan DOB Sangkulirang. Selain memudahkan pelayanan kepada masyarakat maka DOB Sangkulirang juga akan mempercepat pembangunan di berbagai bidang di kawasan itu,” tambahnya.
Rencana Kabupaten Kutai Timur dimekarkan dengan membentuk DOB Sangkulirang berdasarkan aturan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Adapun keistimewaan Sangkulirang sebagai wilayah strategis karena didukung dengan posisi geostrategis yaitu terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II). ALKI II merupakan lintasan laut perdagangan internasional yang menghubungkan pulau Kalimantan dan Sulawesi, serta merupakan jalur lintas regional trans Kalimantan, dan angkutan penyeberangan kapal feri Tarakan-Tolitoli, dan Balikpapan-Mamuju. Selain itu, Sangkulirang merupakan kecamatan tertua dengan sumber daya manusia berkualitas dan potensi sumber daya alam melimpah sehingga diyakini mampu mendukung pembangunan pasca pemekaran. (Adv-DPRD/De)











