PeristiwaPeristiwa Daerah

Peringati HUT Ke-11 dan Hari Sungai Sedunia, GMSSKM Samarinda Gelar Lomba Pungut Sampah Berbasis Paddleboard

SAMARINDA — Gerakan Memungut Sehelai Sampah Karang Mumus (GMSSKM) Samarinda bakal memperingati ulang tahun ke-11 melalui aksi pembersihan sungai berbasis olahraga air pada Minggu, 27 September 2026. Berlokasi di Pangkalan Pungut GMSSKM, Jalan Abdul Mutholib, perayaan bertema “Lestarikan Sungai, Rayakan Kebersamaan” ini bertepatan dengan peringatan Hari Sungai Sedunia.

Berbeda dari perayaan formal pada umumnya, GMSSKM memanfaatkan papan dayung (paddleboard) sebagai sarana mengangkut sampah sekaligus mengajak masyarakat melihat langsung kondisi Sungai Karang Mumus yang kian tercemar.

Ketua GMSSKM Samarinda, Misman, menegaskan pentingnya aksi nyata ketimbang pesta seremonial di dalam gedung. Menurutnya, sungai merupakan sumber kehidupan warga Samarinda yang harus terus dijaga kelestariannya.

“Kami tak merayakan ulang tahun dengan pesta di gedung. Kami merayakannya di atas air yang memberi hidup. Karena sungai ini adalah ibu yang tak pernah berhenti memberi, maka kami pun tak boleh berhenti menjaga,” kata Misman saat ditemui di pangkalan Pungut, Samarinda, Kamis (24/9/2026).

Perwakilan Panitia, Krisdiyanto, menjelaskan ada lima kategori lomba yang disiapkan dengan target 100 peserta. Kategori utama adalah Lomba Memungut Sampah Berpasangan yang memadukan kecepatan dan misi mengumpulkan sampah terbanyak dari aliran sungai. Selain itu, digelar pula race 200 meter serta fun race lintas jarak mulai dari 2 kilometer (junior), 4 kilometer (open women), hingga 5 kilometer (open men).

Panitia menyediakan sekitar 25 unit paddleboard yang akan digunakan secara bergantian, ditambah dukungan papan dari komunitas luar. Penyelenggara membuka pendaftaran hingga 25 September 2026, dilanjutkan dengan technical meeting sehari sebelum pelaksanaan di pangkalan.

Aksi lingkungan ini mendapat dukungan lintas sektor dari instansi pemerintah hingga pelaku industri pariwisata. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda menerjunkan kapal pengangkut sampah, sementara speed boat disiagakan untuk pengamanan selama perlombaan. Support juga mengalir dari Dinas Pariwisata Kaltim, Dinas Pariwisata Kota Samarinda, Kanwil Kemenkumham Kaltim, serta DPC PUTRI Samarinda dan PUTRI Kaltim.

Bertepatan dengan Hari Pariwisata, puluhan pengelola destinasi wisata lokal dan perhotelan—seperti Salma Shofa, Rumah Ulin Arya, Jungle Water World, hingga Hotel Aston—turut menyumbangkan voucher sebagai hadiah guna memeriahkan acara.

Krisdiyanto menambahkan, penggunaan paddleboard diharapkan menjadi pemantik keterlibatan publik untuk lebih peduli terhadap ekosistem perairan kota.

“Paddleboard bukan sekadar alat olahraga. Di Karang Mumus, ia menjadi jendela agar semua turun ke air, melihat sungai dari dekat, mengenalnya, menikmatinya, lalu menjaganya,” pungkas Krisdiyanto.(*/mn)

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: