JAKARTA — Di tengah kekhawatiran memudarnya memori kolektif bangsa, anak, cucu, hingga cicit para perintis kemerdekaan mengambil langkah provokatif. Menolak biarkan sejarah 1945 sekadar menjadi pajangan mati di buku teks sekolah, para keturunan pelaku sejarah ini mengambil alih Gedung Juang 45 Jakarta dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI yang berlangsung pada 16 hingga 22 Agustus 2026.
Aksi marathon kebangsaan ini dibuka dengan melintasi jalur bersejarah dari Gedung Juang 45 menuju Tugu Proklamasi pada Sabtu (16/8/2026). Puncaknya, pada Minggu (17/8/2026), prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih dilakukan langsung oleh cucu-cucu Pejuang 45 sebagai Paskibra, menyentil publik akan pentingnya estafet kepemimpinan yang berkarakter, diiringi alunan angklung kolaborasi alumni UI dan ITB.
Peringatan kemerdekaan ini juga diwarnai dialog kebangsaan tajam yang membedah lunturnya jiwa nasionalisme generasi muda di tengah arus globalisasi, sebelum akhirnya ditutup dengan aksi tabur bunga di TMP Tanah Kusir dan TMP Kalibata pada Sabtu (22/8/2026). Rombongan berziarah ke pusara Proklamator Dr. Mohammad Hatta, mantan Wapres Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, hingga tokoh kejuangan Mayjen TNI (Purn) Achmadi.
Panitia Bersama HUT RI menegaskan bahwa gerakan ini adalah ultimatum moral agar semangat perjuangan tidak diperjualbelikan demi kepentingan pragmatis semata.
“Kami ingin memastikan semangat 1945 tidak berhenti di buku sejarah atau upacara seremonial belaka, melainkan tetap hidup dan diamalkan oleh anak cucu bangsa demi Indonesia yang berdaulat dan sejahtera,” tegas perwakilan panitia di Gedung Juang 45.(*/mn)











