PeristiwaPeristiwa Daerah

Empat Kecamatan di Banyuwangi Rawan Karhutla

BANYUWANGI – Meski tidak ada laporan kebakaran hutan di wilayah Banyuwangi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi telah melakukan berbagai langkah mitigasi. Sebab, puncak musim kemarau menjadi periode yang sangat rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Banyuwangi, Partana, mengatakan, berdasarkan pemetaan BPBD, sebagian besar kawasan hutan di empat kecamatan Banyuwangi memiliki tingkat kerawanan tinggi. “Kalau potensi di musim ini ya tentu terjadi ketika di titik-titik tertentu karhutla mulai tersulut. Berdasarkan pemetaan kami, wilayah dengan potensi kerawanan tertinggi di Banyuwangi mencakup hampir keseluruhan kawasan hutan yang ada di empat kecamatan,” jelasnya, Rabu, (26/8/2026).

Empat kecamatan yang masuk kategori zona merah karhutla adalah Kecamatan Wongsorejo, Kalibaru, Pesanggaran, dan Tegaldlimo. Keempat kecamatan ini memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Secara keseluruhan, kawasan hutan mencapai sekitar 30 persen wilayah Kabupaten Banyuwangi. “Puncak musim kemarau di bulan Agustus hingga September ini memang menjadi fase paling krusial di mana kita harus mengantisipasi ancaman karhutla secara maksimal,” kata Partana.

BPBD juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka saat membersihkan lahan maupun membuang sampah organik. Kondisi angin dan vegetasi yang kering dinilai membuat api mudah merembet hingga memicu kebakaran yang lebih luas.
“Bagi masyarakat, untuk sementara sampah organik tidak perlu dibakar di tempat terbuka yang rawan. Lebih baik ditimbun, karena nanti saat musim hujan tiba, tumpukan sampah itu justru akan berubah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat,” ujar Partana.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: